0

Insan Unik

Posted by zal_sundara on 22:51
Setiap orang adalah unik. Itu adalah kepastian Tuhan. Walaupun anak kembar siam sekalipun.Keunikan ini tidak hanya berlaku dalam bidang fisik dan psikis, tetapi juga dalam hal pengalaman hidup. Makanya, orang yang beruntung adalah orang yang menyadari kemudian bersyukur bahwa ia adalah khalifah Tuhan yang akan dan sedang menjalani hidup yang unik.

Adapun Rizal Muttaqin, seorang insan unik. Nama kecilnya adalah Dede, Dede Rizal Muttaqin. Makanya, blog yang diusungnya http://deRizal.blogspot.com. Lahir di lingkungan yang benar-benar nyunda, Tasikmalaya. Konstelasi sosial kedesaan dan kearifan lokal membentuk pribadi Rizal bersamaan pendidikan addinul Islam kampung. Lahir di awal tahun 1991. Masa kecilnya dihabiskan di kandang, ya... kandang desa. Dinaungi kasih sayang Tuhan melalui kedua orang tua perkasa dalam menapaki hidup. Rizal merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Sekolah Diniyah lebih awal dibandingkan Sekolah Dasar. Pondok Pesantren Futuhal Arifin menjadi sumur ilmu mengenal diri, iman dan Tuhan. Sejak sekolah di SD Negeri Sukamenak Indah dicap kurang boyish. Wajarlah, Rizal kecilnya selalu jadi anak bawang, main engkle, udug sumput, udug nagog mayoritas dilakukan dengan teman-teman wanita, dan memang kesayangan guru-guru SD. Lulus SD, dilanjutkan di SMP Negeri 17 Tasikmalaya, atau kini lebih dikenal JULASIK. Pertimbangnnya, ya karena memang dekat jaraknya dengan rumah demi mengurangi beban bahu orang tua. Masa remaja awal ini masih saja Rizal tidak menunjukkan vandalisme seorang remaja putra. Kemudian Rizal menjadi pemimpin OSIS, UKS dan Pramuka, dengan kepemimpinan yang kacau balau. Maklum, pengalaman nol, motivasi teman-teman nol dan mental nol, serba nol.

Secerca harapan datang ketika Kang Moch. Azizi Rois, kakak kelas interval tiga tahun datang dengan tegapnya memakai seragam SMA ke SMP JULASIK. Informasinya sungguh-sungguh sangat berharga bagi hidupnya, sebuah beasiswa SMA negeri di Bandung, penuh beserta biaya hidup dari Pemda Jabar. Semenjak itu, SMA Plus Cisarua Yayasan Darmaloka menjadi sasarannya. Rizal kerahkan kemampuan untuk bisa menembus segala ketidakmungkinan hidup. Penuh harap Rizal menggapai sekolah di SMA Negeri 1 Cisarua. Ulam dicinta, pucuk pun tiba, Rizal jadi satu dari dua kontingen Kota Tasikmalaya untuk menjadi duta bersama 69 orang tak mampu se-Jawa Barat. Tiga tahun Rizal ditempa di kawah chandra dimuka, revolusi diri pun dialaminya setelah dijauhkan dari kandang desanya.

Planningnya buntu, Rizal kira pendidikan hanya sampai SMA. Di semester terakhir SMA, batu besar membeban pikirannya, juga teman-teman untuk menyambung tali beasiswa. Rizal bermimpi kuliah gratis di ITB, sampai-sampai ditawari PMDK UI ditolaknya setengah mentah. Memang Rizal ngeri akan biaya kuliah di UI. Yah, kumeok memeh dipacok. Berbagai jenis beasiswa berpayah hampir diraihnya, mulai dari menjadi finalis Beasiswa Bintang Makara, beasiswa PUB PASIM, dan (BIUS) Beasiswa ITB Untuk Semua. Alhamdulillah Alloh memberinya kesempatan USM ITB Terpusat via BIUS tersebut. Namun malang, karena ITB bukanlah jalan. Lebih dari dua bulan terseok-seok ingin beasiswa, tak dinyana, tak disangka yang masuk dan menjadi jalannya adalah Paramadina Fellowship 2009 bersama 71 orang lainnya se-Indonesia. Syukur tak terhingga ia haturkan pada Alloh 'Azza Wa Jalla atas kesempatan yang diberi-Nya.

Kini Rizal bisa duduk di bangku kuliah tanpa mengernyitkan dahi kedua orang tuanya karena biaya. Memang sebuah perjuangan yang dihadiahkan hasil baik oleh Tuhan. Namun, proses masih sangat panjang. Kini, Rizal hidup di Kota Megapolitan Jakarta, menatap menjulangnya gedung-gedung tinggi, taksi berseliweran, teman-teman yang anak kota, berbeda dari kandang desanya. Di Teknik Informatika, Rizal bercita menjadi seorang pengusaha muda, yang akan menyulap kandang menjadi istana kebarokahan dan progresivitas. Amiin!!!

Copyright © 2009 Kisah Seorang Insan All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.